Reaktifasi Jalur Kereta Pangandaran Potensi Wisata Spektakuler

2018-03-23 08.37.22

Dolungo, Pangandaran- Reaktifasi jalur kereta api Pangandaran dapat menjadi destinasi wisata spektakuler. Jalur kereta api yang menghubungkan stasiun Banjar-Pangandaran hingga Cijulang tersebut menyuguhkan panorama yang eksotis.

Jalur kereta api yang menghubungkan stasiun Banjar-Pangandaran hingga Cijulang memiliki panjang jalur sekitar 82,2 kilometer dengan pemandangan yang indah mulai dari pegunungan hingga indahnya bentangan samudera hindia.

Namun untuk mengaktifkan kembali jalur kereta tersebut butuh dukungan dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah dan PT Kereta Api Indonesia selaku operator.

“Karena kedepannya kebutuhan transportasi masyarakat tidak hanya jalan raya saja. Kereta api juga sangat diperlukan untuk mengurai kemacetan dan efisiensi waktu bagi penggunanya. Rencana reaktifasi kereta api pada tahun 2030 harus bisa direalisasikan,” ujar Kepala Humas PT KAI Pusat Agus Komarudin pada acara napak tilas Jalur KA Banjar-Pangandaran-Cijulang, hari kedua, Rabu, 21 Maret 2018.

Agus menuturkan, pengaktifan kembali jalur merupakan ranah Kementerian Perhubungan RI dengan stake holder Direktur Jendral Perkeretaapian dan Pemerintah Daerah. Sedangkan PT.KAI hanya sebagai operator saja.

Adapun kondisi aset PT KAI di jalur Banjar-Cijulang, Agus menjelaskan, setelah melakukan pemetaan, banyak aset terutama jalur yang dijadikan hunian warga. Meski beberapa belum ditandai, ucap Agus kalau melihat potensi dan informasi kewilayahan khususnya kabupaten kota yang terlintasi jalur kereta cukup bagus.

“Ini harus menjadi pertimbangan pemerintah pusat, karena melihat tingkat pertumbuhan perekonomian terutama pariwisata di wilayah Pangandaran yang kian tahun meningkat, apalagi jalur kereta api Banjar-Cijulang memiliki pemandangan pantai dan alam yang sangat keren dan eksotis,” ujarnya.

Diapun mengimbau masyarakat yang menempati jalur supaya tidak membangun hunian permanen dan mengikuti ketentuan yang sudah dibuat oleh PT KAI.

Dukung reaktifasi

Pemerintah Kabupaten Pangandaran tengah melakukan penataan di Pangandaran menuju wisata yang mendunia. Bahkan menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran Mahmud, rencana reaktifasi jalur kereta api Banjar-Pangandaran-Cijulang, tentunya akan menunjang pariwisata di Kabupaten Pangandaran.

Mahmud menyampaikan, pihaknya mendukung rencana pengaktifan kembali jalur kereta api ke Pangandaran.

“Selain transportasi darat, di Pangandaran juga memiliki jalur penerbangan di bandara Nusawiru, bahkan dalam waktu dekat ini Pangandaran akan memiliki pelabuhan nasional di Bojongsalawe yang bisa meningkatkan di sektor transportasi sebagai daerah pariwisata. Apalagi kalau ditambah dengan transportasi kereta api,” ujarnya dalam forum diskusi dengan awak media.

Forum diskusi tersebut dihadiri Kereta Anak Bangsa, komunitas, dan PT KAI. Selain itu juga hadir dari kedua pemerintahan yakni Pemerintah Kota Banjar dan Pemerintah Kab Pangandaran.

Mahmud menuturkan, pemerintah daerah pun akan ikut menjaga aset yang berada di sepanjang jalur kereta api di Kab Pangandaran yang merupakan benda-benda bersejarah pada masa jaman Hindia-Belanda.

“Tentunya yang namanya cagar budaya merupakan benda bersejarah yang harus dilindungi dan di jaga,” ucapnya.

Sementara Gunadi, Kepala Bappeda Pemkot Banjar mengatakan, dirinya serasa teringat kembali semasa lalu pada tahun 1970 an dimana kereta api ke Pangandaran masih aktif.

“Kalau mau diaktifkan kembali kereta api ke Pangandaran, statsiun Banjar tetap sebagai pusat pelintasan kereta api menuju Pangandaran,” tuturnya.

(Selengkapnya lihat: pikiran-rakyat.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s