Keraton Yogyakarta Gelar Labuhan Merapi

Labuhan Lawu

( Rombongan Keraton Yogyakarta dan para abdi dalem mengarak uborampe untuk acara Labuhan )

Dolungo, Yogyakarta- Keraton Yogyakarta hari ini menggelar Labuhan Merapi, di Joglo Kinahrejo, Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, yang masuk wilayah Kabupaten Sleman. Ratusan warga yang berkumpul sejak dinihari, mengikuti prosesi labuhan. Selasa (17/4/2018).

Upacara Labuhan Merapi dimulai sekitar pukul 06.00 WIB, dimulai dengan rangkaian ubarampe yang diarak dalam perjalanan sekitar dua jam menuju Bangsal Sri Manganti, atau Pos 1 pendakian Gunung Merapi.

Prosesi ini merupakan bagian dari Hajad Dalem Tingalan Jumenengan. Khusus Tahun Dal yang dilaksanakan setahun sekali ini, disertakan replika pelana kuda Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) I yang disebut “Kambil Watangan”

Replika Pelana Kuda HB I

( Replika Pelana Kuda milik Sri Sultan Hamengku Buwono I )

Sepanjang jalan menuju jalur pendakian, rombongan relawan, kelompok pecinta alam dan warga masyarakat bersiap meramaikan acara.

Gunung Merapi yang berada tepat di ujung utara wilayah DIY, menjadi salah satu lokasi labuhan karena dianggap berperan dalam sejarah berdirinya kerajaan Mataram. Pada tahun 1586, kondisi politis Kerajaan Pajang dan Mataram memanas.

Hal ini disebabkan karena perkembangan Mataram sebagai wilayah otonom dibawah kerajaan Pajang sangat pesat, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi penguasa kerajaan Pajang yang kala itu dipimpin oleh Sultan Hadiwijaya.

Keresahan itu membuat Kerajaan Pajang menggulirkan rencana perang untuk melemahkan Mataram. Ketika pasukan Pajang menyerbu Mataram, pada saat bersamaan Gunung Merapi meletus.

Letusan Merapi menghancurkan perkemahan pasukan Pajang di wilayah Prambanan. Perangpun berakhir, dan selamatlah Mataram dengan mundurnya pasukan Pajang.

Sementara Tingalan Jumenengan Dalem adalah serangkaian upacara yang digelar berkaitan dengan peringatan penobatan/ kenaikan tahta Sultan.

Puncak acara dalam rangkaian peringatan ini adalah Sugengan yang digelar untuk memohon usia panjang Sultan, kecemerlangan tahta Sultan, dan kesejahteraan bagi rakyat Yogyakarta.

Setelah sugengan kemudian digelar acara labuhan di beberapa petilasan yang dianggap sakral bagi Keraton Yogyakarta, yakni Pantai Parangkusumo, Gunung Lawu, Gunung Merapi dan Dlepih Khayangan.

Selain upaya untuk berdoa memohon keselamatan, upacara labuhan baik di gunung maupun tepi laut juga untuk melaksanakan tugas Sultan menjaga keselarasan alam, “Hamemayu Hayuning Bawono”.  ( Sumber: twiter @kratonjogja dan kratonjogja.id )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s