Kemenpar Rekomendasikan Pembangunan 100 Destinasi Digital dan 10 Nomadic Tourism

Nomad Tour

(Ilustrasi Nomad Tours, Foto: nomadtours.co.za)

Dolungo, Nusa Dua– Menteri Pariwisata akan mendorong pembangunan 100 Destinasi Digital di 34 provinsi, dan 10 Nomadic Tourism (turis nomaden) di 10 destinasi Bali Baru. Jumlah ini dianggap ideal sebagai target di tahun 2018.

Target itu disampaikan Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, saat menutup Rakornas Pariwisata I Tahun 2018, Jumat 23 Maret 2018 di Bali Nusa Dua Convention Centre, demikian siaran pers Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata.

Untuk keperluan itu Menpar akan melakukan pendekatan dengan pemerintah daerah yakni Pemprov, Pemkab dan Pemkot untuk ikut mendukung pengembangan pariwisata melalui pengadaan infrastruktur dasar yang terdiri dari Jalan, Air, Listrik (JALI), dan utilitas dasar berupa Telekomunikasi yaitu koneksi WiFi, sampah, toilet.

Selain itu Menpar juga menggandeng sejumlah anak muda di berbagai daerah untuk membangun Destinasi Digital. Menpar mendorong setiap daerah untuk memiliki GenPI yakni Generasi Pesona Indonesia. Mereka adalah anak muda yang tergabung dalam komunitas yang akan membantu pengembangan pariwisata daerah.

“Segera setelah selesai Rakornas Pariwisata I Tahun 2018 harus dibentuk Tim Training On Trainer (TOT) untuk membentuk GenPI-GenPI baru di Provinsi yang belum terbentuk. Program TOT juga akan mengaktivasi GenPI yang sudah terbentuk serta secara pararel membentuk Tim TOT Destinasi Digital. Targetnya adalah bulan Oktober 2018 harus terbentuk 100 Destinasi Digital di 34 Provinsi,” lanjut Menpar.

Mengenai Nomadic Tourism, Rakornas Pariwisata I Tahun 2018 merekomendasikan percepatan Deregulasi terkait operasional Caravan sebagai Nomadic Tourism Amenities, Sea-Plane dan Live a board sebagai Nomadic Tourism Access, berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan. Selain itu juga ada rekomendasi mengenai percepatan Deregulasi perizinan pemanfaatan Taman Nasional sebagai Glamping Ground, berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan.

“Nomadic Tourism itu mudah dan murah. Hanya perlu ada atraksi pariwisata yang menarik, maka pengadaan akses dan amenitas bisa dilakukan dengan menggunakan bahan baku yang bisa dipindah. Misalnya pembangunan glamp camp atau dengan live on board,” lanjutnya lagi.

Kementerian Pariwisata akan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah untuk mendata wilayah yang berpotensi dibangun Nomadic Tourism Amenities, seperti Caravan Site, Glamping Camp Site, dan Home Pod Site. Targetnya, data tersebut diterima tanggal 30 April 2018. Kelengkapan data yang diperlukan yakni Lokasi dengan titik GPS dengan menyebutkan atraksi utama (alam) terdekat.

Selain pembangunan sarana dan prasarana serta promosi, Menpar juga konsen pada investasi Nomadic Tourism yang berkolaborasi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Menpar menyatakan optimis dengan program yang akan dijalankan ini sebagai 5S. “Digital dan Nomadic Tourism itu adalah Solusi Sementara, Sebagai Solusi Selamanya”, jelas Arief Yahya. (Sumber: kemenpar.go.id)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s