PT KAI Tutup Seluruh Perlintasan Liar di Wilayahnya

DCIM100MEDIADJI_0033.JPG

Dolungo, Jakarta- PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan Penutupan Cikal Bakal Perlintasan Tidak Resmi (Liar) secara serentak di seluruh Daop dan Divre PT KAI (Persero).

Penutupan perlintasan liar secara serempak pada Jumat (23/3/2018) ini merupakan tindak lanjut finalisasi pelaksanaan Program Quick Wins. “Pasti akan kita tutup. Kita menjalankan Undang-Undang No.23 Tahun 2007 pasal 93 dan 94,” kata Direktur Keselamatan dan Keamanan KAI Apriyono Wedi Chresnanto.

Apriyono menyampaikan bahwa penutupan perlintasan liar tersebut adalah dalam rangka normalisasi jalur KA, mencegah cikal bakal perlintasan yang ada supaya tidak menjadi perlintasan besar.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan KA dan pemakai jalan, serta mengurangi angka kecelakaan di perlintasan KA,” tambahnya.

Apriyono dalam kesempatan ini ikut membongkar pelintasan sebidang liar di Jalan Duren RW 7 Kelurahan Tegalreja, Kecamatan Cilacap Selatan

Langkah yang dilakukan pada penutupan perlintasan tersebut adalah pembongkaran aspal, membentuk profil balas, membuat pagar pembatas, dan melepas rambu perlintasan. Jalan tepi rel tersebut dibongkar dan diberi palang penutup sehingga tak bisa dilalui kendaraan bermotor.

Pada awal tahun hingga September 2017, telah terjadi 80 kali kecelakaan di berbagai perlintasan KA liar. Jumlah kecelakaan itu naik dari tahun 2016 yang hanya berjumlah 52 kecelakaan. Terjadinya kecelakaan di palang pintu perlintasan dan ruang manfaat jalur KA biasanya disebabkan karena pengguna jalan masih tidak disiplin saat melewati perlintasan. Biasanya pengguna jalan membuka perlintasan liar atau melanggar pintu yang sudah tertutup atau kurang berhati-hati, serta melanggar rambu-rambu lalu lintas.

Sementara itu, Pegawai dari Direktorat Keselamatan Perkeretaapian, Rika Rakhim, mengatakan sampai saat ini sudah ada 313 perlintasan yang tidak terjaga di Daop dan Divre (Jawa-Sumatera) yang sudah ditutup sejak awal tahun 2018.

Kegiatan itu direncanakan akan dimasukkan ke dalam Rekor Museum Dunia Indonesia (Muri). “Pada awal tahun 2018, Daop dan Divre sudah menutup perlintasan yang tidak terjaga sebanyak 313 perlintasan. Menurut Muri itu bisa tercatat di dalam rekor,” ujarnya.

Proses penutupan perlintasan berjalan dengan lancar dan tidak ada protes oleh warga karena sebelumnya telah dilakukan sosialisasi UU 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Diharapkan program ini terus berlanjut dan didukung oleh seluruh stakeholder untuk menciptakan keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan masyarakat. (Sumber: kai.id)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s